WELCOME TO OUR LITTLE HOUSE

selamat datang di blog pribadi kami, mudah mudahan isinya bisa menerbitkan inspirasi bagi yang membutuhkan, bisa membagikan pengalaman bagi yang tertarik dan bisa terus menjaga tali silaturrahmi kita.


About Me

Simple man but a superdad and incredible husband - Lenda Fardia -

Wednesday, May 20, 2009

the begining

Ketika kami memutuskan untuk segera meresmikan hubungan kami yang berjarak ratusan kilometer dan hidup di dua daratan yang berbeda, banyak keluarga, kerabat dan kawan lama yang bertanya " bagaimana itu bisa terjadi? darimana awalnya? kamu disana dia disini dan bla bla bla..." well at least pada saat itu saya sudah mempersiapkan jawaban yang cukup berarti dari pertanyaan yang sebelumnya sudah sangat kami antisipasi tersebut...he he he
Hhmm...untuk memulai menjawabnya kami mungkin harus menghubungi doraemon terlebih dulu buat minjem pintu kemana saja punya dia atau beli mesin waktu kaya di film film fiksi jaman dulu agar bisa kembali ke beberapa tahun yang lalu saat saya sedang asyik nongkrong di bangku SMU dan istri saya sedang duduk manis di kursi SLTP...
Awal perjumpaan kami terjadi di salah satu Dept. Store terkemuka di kota Intan Garut, saat itu saya dan dua orang kawan saya bermaksud untuk sekedar memuaskan rasa ingin membeli suatu barang (yang saat itu bagi kami tak akan pernah bisa tanpa menyodorkan telapak tangan pada orang tua kami meminta rupiah) ketika entah dari mana datangnya lewat di depan kami dua orang gadis yang kemungkinan sedang melakukan window shopping , yang satu berbodi sintal dengan kulit sawo matang dan pipi terlihat chubby dan satunya lagi (yang membuat jantung saya berhenti berdetak selama sepersekian detik) memiliki kulit putih bercahaya dan paras cantik dengan matanya yang indah, tiba tiba ...set.. set.. set.. view di depan saya sesaat berkelebatan berubah dari latar belakang jejeran baju baju di gantungan dan manekuin manekuin serta etalase menjadi panggung show para model gemerlapan dengan berbagai cahaya lampu warna warni khas dengan si gadis putih tadi sedang berjalan dengan anggunnya...tap.. tap.. tap.. dari sana semua pergerakan seakan dipaksa untuk di slow motion kan untuk memberikan kesempatan bagi saya melihat keindahan ciptaan-Nya...tak terasa suasana yang hangat merasuk jiwa tadi berlalu bersama hilangnya gadis itu di antara baju baju di rak dan gantungan yang ada, saat itu juga saya dan kedua kawan saya tadi langsung sepakat untuk segera melakukan pembuntutan terhadap si tersangka perampok hati saya tadi dan beberapa menit kemudian kami sudah berada beberapa langkah di belakang mereka lagi. Saat itu yang kami lakukan hanya berusaha mengimbangi langkah kaki kaki mereka yang sekali kali megarahkan pandangan nya ke belakang untuk memeriksa jarak diantara kami sampai akhirnya salah seorang kawan saya tadi bersedia mengorbankan dirinya untuk mengajak kedua gadis tadi berkenalan, si gadis berpipi chubby tadi langsung merespon " Sarah..." balasnya setelah kawan saya tadi menyodorkan tangan nya "dan ini LENDA..." sambil mengarahkan pandangan kami ke arah gadis yang bagaikan angel tadi, dia hanya tersenyum satu jurus saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. dan si Sarah segera menyebutkan nomor telpon yang bisa dihubungi sesaat setelah kawan saya tadi dengan semangat menanyakan nya.
Dari sana mereka langsung melangkah pergi meninggalkan kami yang serempak berteriak kegirangan bagaikan tiga orang pengangguran yang telah puluhan tahun menganggur mendapatkan berita bahwa mereka diterima di sebuah perusahaan bonafit tanpa mengikuti serangkaian tes dan ujian dan langsung mendapat jabatan manager (bisa dibayangkan kan? hehehe) karena berhasil mendapatkan satu rangkaian nomor yang begitu penting artinya.
Beberapa jam setelah kami pulang dari berjalan jalan tadi kami menukarkan beberapa lembar uang ribuan dengan beberapa puluh koin ratusan di toko kelontong salah satu kawan saya tadi dan langsung menuju ke telepon umum terdekat (yang saat itu masih merupakan telepon umum diberi atap dan tiang tanpa tempat duduk) dan langsung memencet nomor yang diberikan si Sarah tadi...tut tut tuut tut tut... "halo tiasa nyarios sareng Sarah?..." kawan saya tadi memulai percakapan...(saya tidak akan membeberkan secara rinci bagaiman percakapan kami di telepon berlangsung karena itu dilindungi oleh hak cipta dan undang undang privasi juga hehehe). Singkat cerita beberapa hari ke depan setiap sore saya sering menghubungi gadis impian saya tadi dan kemudian kami jadian (istilah anak muda untuk mendefinisikan suatu hubungan) lewat telpon dan tak pernah bertemu langsung face to face untuk mengungkapkan perasaan bisa dicatat hanya satu kali saja kami pergi kencan keluar yaitu pergi nonton film di sebuah bioskop itu pun double date dengan kawan saya yang juga berhasil mendapatkan Sarah.
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan seputar masa jadian kami yang pertama karena hanya seumur jagung( -/+ 10 harian), beberapa hari dari setelah double date tadi hubungan kami disudahi lewat udara (dengan cara yang sama kami memulainya dan dengan cara yang sama bagaimana kami menjalaninya: via telepon) dengan alasan yang menurut saya tidak masuk diakal yaitu gara gara banyak gossip yang beredar bahwa saya bagaikan agen 007 James Bond yang sering muncul di film nya dengan bergonta ganti pasangan, saya setuju tidak setuju dengan hal ini, setujunya karena James Bond adalah jagoan favorit saya yang serba bisa (wish i can do things like he does) tidak setujunya karena James Bond adalah seorang love adventurer sejati sedangkan saya mendekati ke arah sana pun tidak sama sekali. Titik.
Yaaa rice has become bubur apa mau dikata si dia sudah tidak mengharapkan saya lagi, but anyway apapun yang terjadi life goes on dan saya kembali ke pangkuan kawan kawan lagi dengan banyak melakukan nongkrong sana sini, maen sana maen sini, mencoba mengalihkan pikiran dari bayangan bayangan yang tak kan bisa teraih lagi. Ada kalanya saking tidak kuat menahan rasa kangen ingin ketemu dan menumpahkan segala macam pertanyaan dan penasaran saya mencoba untuk menelusuri atau mencari tahu dimana keberadaan nya sekarang (selama kami jadian saya tidak pernah mengetahui dimana rumahnya). tapi tak sekalipun kami dijodohkan untuk bertemu kembali. Hilang. Lost. Gone with the wind. So saya memutuskan untuk menutup halaman yang berjudulkan Lenda Fardia saat itu dan mencoba meyusun kembali serpihan serpihan hati yang telah terkoyak (beuh...jadi siga shakespeare kieu???)...
8 tahun kemudian...
(to be continued)

Kiat Merawat Mata Pengguna Komputer

Tahukah Anda, pengguna komputer tidak mengedipkan mata sesering mata normal. Akibatnya, mereka mengalami iritasi: mata menjadi kering, berair, pandangan kabur dan sebagainya. Ikuti cara berikut untuk mengatasi gejala-gejala tersebut:
  1. Gunakan obat tetes mata. Namun, sebelumnya ikuti petunjuk yang tertera pada obat tersebut atau konsultasikan dengan dokter mata.
  2. Bila Anda duduk di dekat AC atau kipas angin, coba kurangi aliran udara yang melewati mata.
  3. Bila memungkinkan, hindari tempat yang mempunyai kelembaban rendah atau banyak asap.
  4. Konsentrasikan mata untuk mengedip kapan saja Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan tadi.
  5. Ketika mengalami gejala-gejala di atas, putar-putarkan mata di balik mata yang tertutup.
  6. Pejamkan mata erat-erat dan pegang dengan telapak tangan. Hitung sampai 10 detik.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat

Tuesday, May 19, 2009

RESEP KUE CINTA


BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)

TIPS:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

CARA MEMASAK:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati
CATATAN:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
(made by 'love' bakery')

Monday, May 18, 2009

Garis START yang bertuliskan 'BUKAAN SATU'

Hari sabtu itu tanggal 11 Agustus 2007, istri saya yang sedang hamil tua dan berada di pulau yang berbeda, menghubungi saya dan berkata dengan perasaan yang antusias dan bersemangat "Akang...enjing minggu uih ka Garut nya...perasaan abi si utun tos hoyong pendak sareng babeh na!!!" ("Akang... besok hari minggu pulang ke Garut ya... perasaanku si utun dah mau ketemu ma babehnya nih!!!") ... NAH LHO???!!! kok ngedadak banget sih hun...pikir saya??? (tapi kalo lebih dipikir lagi...emang ada bayi yang mu ngelahirin udah bilang ma ibunya seminggu sebelumnya sehingga babehnya yang beda pulau bisa mulai nge booking tiket pulang?? he he he). Saat itu pula jam 20:30 WIB saya langsung pergi ke kota Pangkalan Kerinci untuk ngebooking online di Warnet terdekat, dan Alhamdulilah dapet tiket yang tidak terlalu mahal untuk hari minggu besoknya.
Singkat cerita pada hari minggu tanggal 12 Agustus 2007 jam 22:30 dengan perasaan yang campur aduk sampailah saya di Garut tercinta bertemu kembali dengan istri saya yang hampir 3 bulan lamanya berpisah dan langsung membagikan perasaan kangen yang luar biasa...tiga jam berlalu dan kami masih saling bercerita pengalaman dan kisah masing masing selama terpisah jarak ketika tiba tiba istri saya merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, kami pikir itu hanya sakit biasa ketika sejurus kemudian saya menemukan ada bercak warna merah di tempat istri saya duduk tadi dan dengan rasa kaget, ngeri, antusias, deg deg an, dsb saya teriak bahwa mungkin si utun udah mau keluar...dan ternyata memang IYA...

Kebetulan ibu saya adalah bidan maka langsung saja istri saya ditangani secara profesional..."nembe bukaan satu Der..." ibu saya menginformasikan keadaan yang sedang terjadi saat itu, mendengar hal tersebut saya langsung terbayang bagaimana rasanya perjuangan yang akan dihadapi oleh istri saya dimulai pada garis START yang bertuliskan 'BUKAAN SATU', dan apabila memikirkan hal itu lagi ternyata memang benar kalau ada pepatah mengatakan bahwa' SURGA ada di bawah telapak kaki IBU', karena memang melahirkan itu adalah suatu anugerah yang hanya akan dimiliki oleh kaum hawa...bukan kita para kaum adam.

Mulai dari saat itu istri saya tidak mau melepaskan tangan saya, dia bahkan tidak megizinkan saya hanya untuk sekedar menenangkan rasa resah dan gelisah saya dengan sedikit menghirup udara segar di luar ruangan yang di depan pintunya terdapat tulisan 'RUANG BERSALIN'. Detik demi detik berlalu bersama suara rintihan istri saya yang menahan rasa sakit di perut nya...menit demi menit berurai bersama peluh keringat yang dikeluarkan oleh istri saya selagi menarik nafas untuk memberikan oksigen ke dalam rahimnya...jam demi jam berjalan bersama suara suara atau lebih pantas disebut bisikan bisikan do'a yang keluar dari mulut ibu mertua saya yang tak pernah berhenti memanjatkan do'a kepada Allah S.W.T. memohon keselamatan anak dan calon cucu nya nanti.

Setelah menjalani hitungan dari 1 sampai 12 yang terlama dalam hidup kami (-/+ 24 jam)akhirnya adik perempuan saya (yang juga bersama kami di dalam ruangan) setengah berteriak " RAMBUTNA TOS KATINGALI TEH!!!" (rambutnya udah kelihatan Teh!!!)...DDEEGG jantung saya berdetak kencang, tapi karena posisi saya berada di bagian kepala istri saya maka saya tidak dapat melihatnya...dengan rasa penasaran yang amat sangat saya mencoba beranjak untuk melihat darah dan daging saya...GGRREEETTTT tiba tiba sebelum saya sempat berdiri tangan saya yang sedari tadi dipegang istri saya malah tambah kuat dia genggam sehingga hampir membuat ibu jari saya patah "temani saya disini..." mungkin itu alasan yang ada dalam pikiran istri saya kenapa dia malah lebih kuat menggenggam tangan saya daripada membiarkan saya melepaskan rasa penasaran untuk melihat bagaimana calon buah hati saya berjuang untuk segera melihat isi dunia yang fana ini.

Saat itu keadaan dan situasi yang terjadi di depan mata saya serasa bergerak sangat lambat dan suara suara yang sedari tadi begitu membangkitkan semangat perlahan lahan mulai menjauh dari telinga saya untuk kemudian hening menusuk dan akhirnya berganti dengan satu suara yang sangat membuat jantung dan hati semua orang yang ada di dalam ruangan serasa lepas dari himpitan...OOOOEEEEEKKKK...OOOOEEEEKKK...tiba tiba tangan ibu saya muncul di hadapan kami dan diatasnya terdapat seorang bayi merah basah dan masih ada sedikit bercak darah dan sepasang tangan mungil yang bergerak tanpa henti seakan sedang mencoba meraih sesuatu dan sepasang kaki yang menendang nendang seakan sedang berlari di atas awan...
Alhamdulilah...terima kasih ya Allah...Engkau telah karuniai kami seorang bayi perempuan yang sangat menawan hati, semoga kami bisa terus menjaga dan membesarkan titipan ini untuk selalu berada di jalan-Mu.

...

Banyak orang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti, setelah mengalami kejadian diatas saya dapat memastikan bahwa memang benar adanya..hidup adalah perjuangan dan perjuangan pertama kita adalah berusaha untuk keluar dari rahim sang ibu untuk kemudian bisa menghadapi dan menjalani proses perjuangan selanjutnya yaitu mencapai ridho Allah S.W.T.

Semoga banyak hikmah yang bisa kita ambil dari coretan hati saya ini. AMIN.


My angel


She's singing a song while she wanted to dance