WELCOME TO OUR LITTLE HOUSE

selamat datang di blog pribadi kami, mudah mudahan isinya bisa menerbitkan inspirasi bagi yang membutuhkan, bisa membagikan pengalaman bagi yang tertarik dan bisa terus menjaga tali silaturrahmi kita.


About Me

Simple man but a superdad and incredible husband - Lenda Fardia -

Monday, May 18, 2009

Garis START yang bertuliskan 'BUKAAN SATU'

Hari sabtu itu tanggal 11 Agustus 2007, istri saya yang sedang hamil tua dan berada di pulau yang berbeda, menghubungi saya dan berkata dengan perasaan yang antusias dan bersemangat "Akang...enjing minggu uih ka Garut nya...perasaan abi si utun tos hoyong pendak sareng babeh na!!!" ("Akang... besok hari minggu pulang ke Garut ya... perasaanku si utun dah mau ketemu ma babehnya nih!!!") ... NAH LHO???!!! kok ngedadak banget sih hun...pikir saya??? (tapi kalo lebih dipikir lagi...emang ada bayi yang mu ngelahirin udah bilang ma ibunya seminggu sebelumnya sehingga babehnya yang beda pulau bisa mulai nge booking tiket pulang?? he he he). Saat itu pula jam 20:30 WIB saya langsung pergi ke kota Pangkalan Kerinci untuk ngebooking online di Warnet terdekat, dan Alhamdulilah dapet tiket yang tidak terlalu mahal untuk hari minggu besoknya.
Singkat cerita pada hari minggu tanggal 12 Agustus 2007 jam 22:30 dengan perasaan yang campur aduk sampailah saya di Garut tercinta bertemu kembali dengan istri saya yang hampir 3 bulan lamanya berpisah dan langsung membagikan perasaan kangen yang luar biasa...tiga jam berlalu dan kami masih saling bercerita pengalaman dan kisah masing masing selama terpisah jarak ketika tiba tiba istri saya merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, kami pikir itu hanya sakit biasa ketika sejurus kemudian saya menemukan ada bercak warna merah di tempat istri saya duduk tadi dan dengan rasa kaget, ngeri, antusias, deg deg an, dsb saya teriak bahwa mungkin si utun udah mau keluar...dan ternyata memang IYA...

Kebetulan ibu saya adalah bidan maka langsung saja istri saya ditangani secara profesional..."nembe bukaan satu Der..." ibu saya menginformasikan keadaan yang sedang terjadi saat itu, mendengar hal tersebut saya langsung terbayang bagaimana rasanya perjuangan yang akan dihadapi oleh istri saya dimulai pada garis START yang bertuliskan 'BUKAAN SATU', dan apabila memikirkan hal itu lagi ternyata memang benar kalau ada pepatah mengatakan bahwa' SURGA ada di bawah telapak kaki IBU', karena memang melahirkan itu adalah suatu anugerah yang hanya akan dimiliki oleh kaum hawa...bukan kita para kaum adam.

Mulai dari saat itu istri saya tidak mau melepaskan tangan saya, dia bahkan tidak megizinkan saya hanya untuk sekedar menenangkan rasa resah dan gelisah saya dengan sedikit menghirup udara segar di luar ruangan yang di depan pintunya terdapat tulisan 'RUANG BERSALIN'. Detik demi detik berlalu bersama suara rintihan istri saya yang menahan rasa sakit di perut nya...menit demi menit berurai bersama peluh keringat yang dikeluarkan oleh istri saya selagi menarik nafas untuk memberikan oksigen ke dalam rahimnya...jam demi jam berjalan bersama suara suara atau lebih pantas disebut bisikan bisikan do'a yang keluar dari mulut ibu mertua saya yang tak pernah berhenti memanjatkan do'a kepada Allah S.W.T. memohon keselamatan anak dan calon cucu nya nanti.

Setelah menjalani hitungan dari 1 sampai 12 yang terlama dalam hidup kami (-/+ 24 jam)akhirnya adik perempuan saya (yang juga bersama kami di dalam ruangan) setengah berteriak " RAMBUTNA TOS KATINGALI TEH!!!" (rambutnya udah kelihatan Teh!!!)...DDEEGG jantung saya berdetak kencang, tapi karena posisi saya berada di bagian kepala istri saya maka saya tidak dapat melihatnya...dengan rasa penasaran yang amat sangat saya mencoba beranjak untuk melihat darah dan daging saya...GGRREEETTTT tiba tiba sebelum saya sempat berdiri tangan saya yang sedari tadi dipegang istri saya malah tambah kuat dia genggam sehingga hampir membuat ibu jari saya patah "temani saya disini..." mungkin itu alasan yang ada dalam pikiran istri saya kenapa dia malah lebih kuat menggenggam tangan saya daripada membiarkan saya melepaskan rasa penasaran untuk melihat bagaimana calon buah hati saya berjuang untuk segera melihat isi dunia yang fana ini.

Saat itu keadaan dan situasi yang terjadi di depan mata saya serasa bergerak sangat lambat dan suara suara yang sedari tadi begitu membangkitkan semangat perlahan lahan mulai menjauh dari telinga saya untuk kemudian hening menusuk dan akhirnya berganti dengan satu suara yang sangat membuat jantung dan hati semua orang yang ada di dalam ruangan serasa lepas dari himpitan...OOOOEEEEEKKKK...OOOOEEEEKKK...tiba tiba tangan ibu saya muncul di hadapan kami dan diatasnya terdapat seorang bayi merah basah dan masih ada sedikit bercak darah dan sepasang tangan mungil yang bergerak tanpa henti seakan sedang mencoba meraih sesuatu dan sepasang kaki yang menendang nendang seakan sedang berlari di atas awan...
Alhamdulilah...terima kasih ya Allah...Engkau telah karuniai kami seorang bayi perempuan yang sangat menawan hati, semoga kami bisa terus menjaga dan membesarkan titipan ini untuk selalu berada di jalan-Mu.

...

Banyak orang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti, setelah mengalami kejadian diatas saya dapat memastikan bahwa memang benar adanya..hidup adalah perjuangan dan perjuangan pertama kita adalah berusaha untuk keluar dari rahim sang ibu untuk kemudian bisa menghadapi dan menjalani proses perjuangan selanjutnya yaitu mencapai ridho Allah S.W.T.

Semoga banyak hikmah yang bisa kita ambil dari coretan hati saya ini. AMIN.


No comments:

Post a Comment